PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pada tahun 1965, Prof. Lofti A.
Zadeh dari California University USA
memberikan sumbangan yang
berharga dalam pengembangan teori himpunan fuzzy
(samar). Saat ini konsep fuzzy
juga telah diterapkan dalam berbagai bidang
kehidupan, sebagai contoh dalam
bidang ekonomi yaitu pada penetapan suku bunga
pada bank. Konsep fuzzy pada
penetapan suku bunga bank adalah sistem penetapan
suku bunga bank berdasarkan
faktor-faktor penentu penetapan suku bunga. Dengan
mengunakan Konsep fuzzy dapat
dibuat sistem pengendali pada kegiatan ekonomi
yang lebih baik dari pada sistem
yang terdahulu yaitu dengan penetapan suku bunga
bank maupun
penetapan suku bunga berjangka (Frans Susilo, 2006: 5).
Teori himpunan fuzzy diperkenalkan
dengan berbagai macam cara ke dalam
berbagai macam disiplin ilmu.
Sehingga aplikasi teori ini dapat ditemukan dalam
kecerdasan buatan, ilmu komputer,
teknik kendali, teori pengambilan keputusan, ilmu
manajemen, robotika, dan
lain-lain.
Konsep fuzzy menurut
Zadeh, adalah himpunan yang tidak tegas yang
dikaitkan dengan suatu fungsi
yang menyatakan derajat kesesuaian unsur-unsur
dalam semestanya dengan konsep
yang merupakan syarat keanggotaan himpunan
tersebut. Dengan
demikian setiap unsur dalam semesta pembicaraan mempunyai
derajat keanggotaan tertentu
dalam himpunan tersebut. Derajat keanggotaan
dinyatakan dalam suatu bilangan
real dalam selang tertutup [0,1].
Selanjutnya berdasarkan pada
konsep himpunan fuzzy itu, Zadeh juga
mengembangkan konsep algoritma
fuzzy yang merupakan landasan dari logika fuzzy
dan penalaran hampiran (approximate
reasoning), yaitu penalaran yang melibatkan
pertanyaan-pertanyaan dengan
predikat yang kabur.
Logika adalah ilmu yang
mempelajari secara sistematis kaidah-kaidah
penalaran yang absah (valid).
Dewasa ini terdapat 2 konsep logika, yaitu logika tegas
dan logika fuzzy. Logika
tegas hanya mengenal dua keadaan yaitu: ya atau tidak, on
atau off, high atau
low , 1 atau 0. Logika semacam ini disebut dengan logika
himpunan tegas.
Sedangkan logika fuzzy adalah logika yang menggunakan konsep
sifat kesamaran. Sehingga logika fuzzy
adalah logika dengan tak hingga banyak nilai
kebenaran yang dinyatakan dalam
bilangan real dalam selang [0,1] (Frans Susilo,
2006: 135).
Saat ini, penggunaan terbesar
logika fuzzy terdapat pada sistem pakar fuzzy
(fuzzy expert system). Penerapan
logika fuzzy pada sistem pakar fuzzy mencakup
beberapa bidang, antara lain:
1. Aplikasi teknik. Logika
fuzzy banyak digunakan oleh perusahaan, sebagai
contoh: pintu
otomatis yang bisa membuka sendiri, penaksiran kualitas
aspal jalan raya, tombol tunggal
untuk mesin cuci, dan sebaginya (Setiadji,
2009: 3).
2. Pengenalan pola. Logika
fuzzy untuk pengenalan pola antara lain, yang
banyak dikembangkan oleh
perusahaan elektronik saat ini, yaitu untuk
pengenalan simbol tulisan tangan
pada komputer saku. Contoh yang lain
adalah klasifikasi sinar-x,
pemutar film otomatis, dan sebagainya (Setiadji,
2009: 4).
3. Aplikasi media. Dalam
bidang media sebagai contoh: diagnosa terhadap
gangguan apnoca tidur, diagnosa
radang sendi, kontrol pembiusan, dan
sebagainya (Setiadji, 2009: 4).
4. Aplikasi finansial.
Logika fuzzy juga digunakan dalam bidang ekonomi
finansial, sebagai contoh:
penaksiran perubahan stok barang, penggunaan
keuangan pada
sebuah perusahaan, dan sebagainya (Setiadji, 2009: 4).
misalkan pada kasus finansial,
suatu perusahaan pasti akan melakukan segala
macam cara untuk mencapai
keuntungan atau laba yang maksimal atau besar, banyak
hal yang mempengaruhi
pengoptimalan keuntungan, diantaranya: biaya produksi,
biaya transportasi, maupun teknik
dalam penjualan. Untuk itu suatu perusahaan pasti
akan melakukan riset maupun
analisa terhadap produk-produk yang akan ditawarkan
ke pasaran atau konsumen.
Pada perusahaan, optimasi
produksi barang akan memberikan pengaruh besar,
karena disamping
untuk pengoptimalan bahan baku yang digunakan, hal ini juga akan
berpengaruh besar pada sektor
biaya atau finansial. Optimasi produksi barang pada
perusahaan berpengaruh pada
sektor finansial karena dapat memperkirakan
pembelanjaan bahan baku, selain
itu juga dalam hal biaya produksi maupun biaya
transportasi dan penyimpanan.
Dari masalah optimasi produksi
barang tersebut, banyak metode maupun
teknik yang digunakan. Metode
yang paling sering digunakan adalah logika
himpunan tegas. Akan tetapi
logika himpunan tegas tidak dapat dioperasikan atau
digunakan oleh khalayak umum
(hanya orang analisis), karena selain agak rumit
dalam penghitungan,
kendala-kendala dalam produksi juga akan memperumit
penyelesaian masalah optimasi
produksi barang. Selain logika himpunan tegas, logika
fuzzy juga dapat
digunakan dalam masalah optimasi produsi barang. Metode yang
dapat digunakan dalam
pengaplikasian logika fuzzy pada produksi barang di
perusahaan
antara lain adalah metode Mamdani, metode Tsukamoto, dan metode
Sugeno.
Sistem inferensi fuzzy metode
Mamdani dikenal juga dengan nama metode
Max-Min. Metode Mamdani
bekerja berdasarkan aturan-aturan linguistik. Metode ini
diperkenalkan oleh Ebrahim H.
Mamdani pada tahun 1975. Untuk mendapatkan
output, diperlukan 4
langkah :
1. Pembentukan himpunan fuzzy
2. Aplikasi
fungsi implikasi
3. Komposisi aturan
4. Penegasan
Penalaran metode Sugeno ini
hampir sama dengan penalaran Mamdani, hanya
saja output sistem tidak
berupa himpunan fuzzy melainkan berupa konstanta atau
persamaan linear. Metode ini
diperkenalkan oleh Takagi-Sugeno Kang pada tahun
1985. Perbedaan antara Metode
Mamdani dan Metode Sugeno ada pada outputnya.
Metode Sugeno menggunakan
konstanta atau fungsi matematika dari variabel input :
Jika a adalah
i dan b adalah
i, maka c adalah
i = f(a,b)
dengan a, b dan c adalah
variabel linguistik ;
i dan
i himpunan fuzzy
ke-i untuk a
dan b, dan f(a,b) adalah
fungsi matematik.
Kasus produksi suatu barang pada
sebuah perusahaan sangat bergantung
kepada variabel-variabelnya
misalkan: persediaan bahan baku, biaya produksi, harga
bahan baku, dan
lain-lain. Pada prakteknya, nilai variabel – variabel ini tidak dapat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar