Markus 12:41-44
http://www.jesoes.com/alkitab/mrk/12/41?korean=0#41
"Sebab
mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari
kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Markus
12:44
Ketika melihat seorang janda miskin memasukkan persembahan
di kantong kolekte, mungkin ada orang yang berkata dalam hati, "Ah...
persembahannya paling tak lebih dari seribu perak. Tidak ada artinya
sama sekali!" Tak jarang orang akan mencibir, menyepelekan dan
menganggap bahwa persembahan janda miskin itu tidak ada artinya sama
sekali jika dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk operasional
gereja. Berbeda jika orang kaya dengan penampilan yang perlente
memasukkan persembahannya di kantong kolekte yang sama pasti kita akan
bergumam dalam hati, "Wow... persembahannya pasti ratusan ribu, bahkan
mungkin jutaaan rupiah!"... dan kita pun berpikiran bahwa persembahan
orang kaya itulah yang pasti berkenan dan menyenangkan hati Tuhan.
Penilaian itu lumrah jika kita menilainya dengan ukuran logika manusia!
Alkitab menyatakan bahwa janda miskin itu memasukkan dua peser ke
dalam peti persembahan. Peser adalah mata uang tembaga Yahudi yang
paling kecil, sama dengan setengah duit. Ditinjau dari sisi nilai uang,
persembahan janda miskin tersebut memang sangat kecil, namun jika
ditinjau dari sisi kemampuan, pemberian janda miskin itu sangat besar
sekali, karena "...janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada
padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (ayat nas).
Melalui
kisah ini Tuhan hendak menekankan bahwa selain melihat sikap hati atau
motivasi seseorang dalam memberi persembahan, Ia juga mengingatkan agar
dalam hal memberi persembahan kepada Tuhan hendaknya kita memberi yang
terbaik dari yang kita miliki, bukan asal-asalan atau sisa-sisa harta
kita. Janda miskin itu memberi dari seluruh nafkahnya, semua yang ia
miliki dipersembahkan kepada Tuhan. Inilah yang disebut dengan korban!
Sementara orang kaya itu memberi dari kelebihannya, bisa saja itu
merupakan sisa-sisa kekayaannya yang berlimpah-limpah dan hal itu tidak
membutuhkan pengorbanan apa puun. Apa yang diperbuat oleh janda miskin
itu menunjukkan betapa ia sangat mengasihi Tuhan sehingga rela memberi
semua yang dimilikinya untuk Tuhan.
Berilah yang terbaik untuk Tuhan karena semua yang kita miliki berasal daripada-Nya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar