Renungan
Yesus telah memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Itulah
iman perwira yang hambanya menderita sakit lumpuh. Dia yakin bahwa Yesus
sanggup menyembuhkan hanya dengan kekuatan kata. Percayakah kita akan
kekuatan sabda Yesus? Apakah kita mengalaminya setiap kali ketika kita
mau menyambut Tubuh Yesus?
Antifon Komuni (Kej 18:14a)
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Allah?
Doa Malam
Tuhan Allah yang hidup, kami bersyukur kepada-Mu atas percikan rahmat-Mu
sepanjang hari ini. Sebentar lagi kami hendak beristirahat. Maka,
bersihkanlah hati kami dari segala salah dan dosa serta perkenankan kami
menikmati damai-Mu sepanjang malam ini. Amin.
HATI YANG LUKA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Juni 2015
Baca: Mazmur 147:1-20
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/147/1?korean=0#1
"Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;" Mazmur 147:3
Di
hari terakhir bulan Juni ini, bagaimana suasana hati Saudara? Apakah
hati kita secerah mentari yang selalu setia menyapa kita di kala pagi?
Ataukah hati kita seperti awan gelap yang dihiasi oleh petir yang siap
menyambar oleh karena terluka? Tak bisa dipungkiri, hampir semua orang
pernah mengalami apa yang dinamakan luka hati, dan banyak faktor yang
menjadi penyebabnya: disakiti, dikhianati, digosipkan, difitnah atau
diperlakukan secara tidak adil oleh orang lain. Apabila luka hati
tersebut tidak secara cepat diatasi akan menimbulkan masalah yang lebih
serius dalam diri orang bersangkutan: dendam, kepahitan, frustasi,
mengasihani diri sendiri secara berlebihan, dan akhirnya citra diri pun
rusak karena menganggap diri tak berharga.
Luka hati adalah
suatu keadaan dalam batin seseorang yang menimbulkan perasaan marah,
benci, kecewa dan pahit yang begitu mendalam sebagai akibat dari
penolakan atau perlakuan semena-mena dari orang lain. Namun pada
dasarnya luka hati ini diperparah bukan karena perbuatan orang lain yang
menyakiti, tetapi justru pada respons kita atau sikap hati kita
terhadap perbuatan orang tersebut. Yusuf, salah satu tokoh dalam
Perjanjian Lama (baca Kejadian 37, 39, 40), adalah orang yang
sesunggunnya punya alasan kuat untuk terluka hati karena
peristiwa-peristiwa pahit yang dialaminya: dibenci, dimusuhi,
diperlakukan tidak adil oleh saudara-saudaranya sendiri, dibuang ke
dalam sumur, dijual sebagai budak, difitnah oleh isteri Potifar, dan
dilupakan begitu saja oleh juru minum raja yang telah ditolongnya.
Meski demikian, Yusuf tidak membiarkan dirinya larut dalam kekecewaan,
pemberontakan, keputusasaan, pahit hati, benci atau pun dendam. Ini
terjadi karena Yusuf memilih untuk merespons secara positif masalah yang
menimpanya dan menyerahkan semua pergumulannya itu kepada Tuhan.
Saudara sedang terluka? Segeralah datang kepada Tuhan dan akuilah
dengan jujur di hadapan Tuhan. Hanya dengan pertolongan ROH KUDUS kita
dapat dilepaskan dan dibebaskan dari luka hati karena Dia adalah sumber
damai sejahtera kita.
Jika tahu bahwa luka hati tidak medatangkan kebaikan, mengapa harus dipelihara? Kita akan rugi sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar